MOEHAMMAD IRFAN MAULANA

Selasa, 26 Agustus 2014

LEGENDA TINJU INDONESIA

etinju legendaris Indonesia adalah nama-nama dari petinju Indonesia dan kiprahnya yang sudah dimulai sejak tahun 1920'an, pada waktu itu olahraga tinju diperkenalkan oleh bangsa Eropa. Pada mulanya, petinju Indonesia banyak bertanding di pasar malam, baik melawan sesama petinju lokal, maupun melawan petinju dari Eropa.

Nama-nama legendaris dalam sejarah pertinjuan Indonesia[sunting | sunting sumber]

Dari sekian lama sejarah pertinjuan Indonesia, hanya sedikit petinju Indonesia yang berhasil meraih gelar juara yang bergengsi serta layak disebut sebagai petinju legendaris Indonesia, di antaranya:

Petinju Amatir[sunting | sunting sumber]

Petinju Profesional[sunting | sunting sumber]

  • Wongso Suseno - juara OPBF kelas welter tahun 1975. Dia merupakan petinju profesional Indonesia pertama yang berhasil meraih gelar bergengsi tingkat internasional.
  • Thomas Americo - juara OPBF kelas welter yunior, dan petinju Indonesia pertama yang menantang juara dunia, sayang Thomas Americo kalah angka melawan juara kelas welter yunior WBCSaoul Mamby pada tahun 1981 di Jakarta yang juga merupakan pertandingan perebutan gelar juara dunia yang pertama kali di Indonesia.
  • Ellyas Pical - juara dunia IBF kelas terbang yunior (1985 - 1989). Petinju Indonesia pertama yang meraih gelar juara dunia.
  • Nico Thomas - juara dunia IBF kelas terbang mini (1989)
  • Chris John - juara dunia kelas bulu WBA (2003 - ...). Memegang rekor sebagai petinju Indonesia yang paling lama memegang gelar juara dunia, tanpa pernah kalah, dan sampai Mei 2012, Chris John sudah mempertahankan gelar sebanyak 16 kali.
  • Muhammad Rachman - juara dunia kelas terbang mini IBF (2004 - 2007), dan juga juara dunia kelas terbang mini WBA (2011).
  • Daud Jordan - juara dunia kelas bulu versi IBO (2012 - ...), setelah memukul KO lawannya dari Philippina, Lorenzo Villanueva, di ronde 2 dari 12 ronde yang direncanakan

0 komentar:

Posting Komentar